Orang-orang mengungsi dari banjir di Jawa. ca. 1865-1876.
Banjir sungai kecil akibat hujan monsun deras deras dan pasang laut tinggi di Darwin, Northern Territory, Australia.
Sebuah banjir
adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam
daratan. Pengarahan banjir Uni
Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan
yang biasanya tidak terendam air. Dalam arti "air mengalir", kata ini
juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air
di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar
dari batasan alaminya.
Ukuran danau
atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan
salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai
daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga
dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air,
terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan
pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat
banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang
lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan
memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat
perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa
nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir
periodik.
Mitos banjir besar adalah
kisah mitologi
banjir besar yang dikirimkan oleh Tuhan
untuk menghancurkan suatu peradaban sebagai pembalasan agung dan
sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di
dunia.
|
Jenis dan penyebab utama
Lusinan desa
terendam ketika hujan meluapkan sungai di barat laut Bangladesh
pada awal Oktober 2005. Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS)
di satelit Terra NASA
menangkap citra banjir Sungai Ghaghat dan Atrai pada 12 Oktober 2005. Sungai
biru gelap tersebar di seluruh pedesaan pada citra banjir ini.
Sungai
- Lama: Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai. Diakibatkan hujan deras monsun, hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang mempengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti tanah longsor, es, atau puing-puing dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.
- Cepat: Termasuk banjir bandang akibat curah hujan konvektif (badai petir besar) atau pelepasan mendadak endapan hulu yang terbentuk di belakang bendungan, tanah longsor, atau gletser.
Muara
- Biasanya diakibatkan oleh penggabungan pasang laut yang diakibatkan angin badai. Banjir badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropis masuk dalam kategori ini.
Pantai
- Diakibatkan badai laut besar atau bencana lain seperti tsunami atau hurikan). Banjir badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropis masuk dalam kategori ini.
Malapetaka
- Diakibatkan oleh peristiwa mendadak seperti jebolnya bendungan atau bencana lain seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi).
Manusia
- Kerusakan tak disengaja oleh pekerja terowongan atau pipa.
Lumpur
- Banjir lumpur terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.
Lainnya
- Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan rendah).
- Rangkaian badai yang bergerak ke daerah yang sama.
- Berang-berang pembangun bendungan dapat membanjiri wilayah perkotaan dan pedesaan rendah, umumnya mengakibatkan kerusakan besar.
Dampak
Banjir Mediterania
di Alicante
(Spanyol),
1997.
Dampak primer
- Kerusakan fisik - Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.
Dampak sekunder
- Persediaan air – Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka.
- Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air.
- Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
- Pepohonan' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.
- Transportasi - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
Dampak tersier/jangka panjang
- Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.
Pengendalian
Di berbagai
negara di seluruh dunia, sungai yang rawan banjir dikendalikan dengan
hati-hati. Pertahanan seperti bendungan, bund, waduk, dan weir digunakan untuk mencegah sungai
meluap, peralatan darurat seperti karung pasir atau tabung apung portabel
digunakan. Banjir pantai telah dikendalikan di Eropa dan Amerika melalui pertahanan pantai, seperti
tembok laut, pengembalian pantai, dan pulau penghalang.
Eropa
Mengingat
penderitaan dan kehancuran yang diakibatkan Banjir Besar
Paris 1910, pemerintah Perancis membangun serangkaian waduk bernama
Les Grands Lacs de Seine (atau Danau-Danau Besar) yang membantu mengurangi
tekanan dari Sungai Seine
ketika terjadi banjir, khususnya banjir rutin pada musim dingin.
London
terlindungi dari banjir laut oleh Thames Barrier, sebuah
perintang mekanis besar melintasi Sungai Thames
yang dinaikkan ketika permukaan air laut mencapai ketinggian tertentu.
Venesia
memiliki perintang sejenis, namun kota ini sudah tidak mampu menangani pasang
laut yang sangat tinggi; sistem tanggul baru sedang dibangun. Pertahanan banjir
London dan Venesia dapat dianggap tidak berguna jika permukaan laut terus naik.
Sungai Adige di Italia Utara
memiliki kanal bawah tanah yang memungkinkan sebagian alirannya dialihkan ke Danau Garda
(di daerah aliran sungai Po) untuk mengurangi risiko banjir muara. Kanal
bawah tanah ini digunakan dua kali, pada 1966 dan 2000.
Sungai
Berounka, Republik Ceko, menumpahkan aliran sungainya
dalam banjir Eropa 2002 dan
merendam rumah-rumah di desa Hlásná Třebaň, Distrik Beroun.
Pertahanan
banjir terbesar dan tercanggih di dunia dapat ditemukan di Belanda
yang disebut Delta Works dengan
bendungan Oosterschelde yang menjadi
pencapaian terbesar dalam pembangunan sistem pengendalian banjir ini. Sistem
ini dibangun sebagai tanggapan terhadap banjir Laut Utara 1953
di bagian barat daya Belanda. Belanda telah membangun salah satu bendungan
terbesar di dunia di utara negara ini, yaitu Afsluitdijk
(ditutup tahun 1932).
Komplek
Fasilitas Pencegahan Banjir Saint Petersburg di Rusia selesai dibangun
tahun 2008 untuk melindungi Saint
Petersburg dari banjir badai. Komplek ini
juga memiliki fungsi lalu lintas, yaitu melengkapi jalan lingkar
yang mengelilingi kota ini. Sebelas bendungan membentang sepanjang 25,4
kilometer dan berdiri delapan meter di atas permukaan laut.
Di Austria,
banjir selama 150 tahun dikendalikan melalui berbagai tindakan sesuai regulasi Danube Wina,
termasuk pengerukan sungai utama Danube pada 1870–75 dan pembentukan Danube Baru pada
1972–1988.
Pengelolaan
risiko banjir di Irlandia Utara dilakukan oleh Rivers Agency.
Amerika Utara
Puing-puing
dan erosi tepi sungai yang tersisa setelah Banjir Sungai Red 2009
di Winnipeg,
Manitoba.
Banjir Pittsburgh
1936
Banjir dekat
Snoqualmie, Washington,
2009.
Sistem
pertahanan banjir dapat ditemukan di provinsi Manitoba,
Kanada. Sungai Red mengalir ke
utara dari Amerika Serikat, melintasi kota Winnipeg
(sungai ini kemudian bertemu dengan Sungai Assinibone) menuju Danau Winnipeg.
Sebagaimana semua sungai yang mengalir ke utara di zona sedang belahan Bumi
utara, pencairan salju di bagian selatan dapat mengakibatkan permukaan sungai
naik sebelum bagian utara mencair sepenuhnya. Ini dapat menyebabkan banjir
bandang, seperti yang terjadi di Winnipeg selama musim semi 1950.
Untuk melindungi kota ini dari banjir masa depan, pemerintah Manitoba melakukan
pembangunan sistem pengalihan sungai, tanggul, dan jalur banjir massal
(termasuk Red River Floodway dan Portage Diversion). Sistem
ini melindungi Winnipeg dari banjir 1997
yang merendam banyak permukiman di hulu Winnipeg, termasuk Grand Forks,
North Dakota dan Ste. Agathe, Manitoba.
Sistem ini juga melindungi Winnipeg dari banjir 2009.
Di AS, 35% Wilayah Metropolitan
New Orleans yang berada di bawah permukaan laut dilindungi oleh
bendungan dan pintu banjir sepanjang
ratusan mil. Sistem ini gagal sepenuhnya di beberapa bagian ketika Badai Katrina
menerjang kota dan bagian timur wilayah metropolitan. Akibatnya sekitar 50%
wilayah metropolitan terendam, mulai dari beberapa sentimeter hingga 8,2 meter
(beberapa inci hingga 27 kaki) di permukiman pesisir. Dalam upaya pencegahan
banjir, pemerintah federal Amerika Serikat menawarkan pembelian properti rawan
banjir di Amerika Serikat untuk mencegah bencana terulang setelah banjir 1993
di seluruh Midwest. Beberapa permukiman menerima tawaran ini dan pemerintah
federal bekerjasama dengan pemerintah negara bagian membeli 25.000 properti
yang diubah menjadi lahan basah. Lahan basah ini berperan sebagai
penyerap air ketika badai terjadi dan pada 1995, banjir terjadi dan pemerintah
tidak perlu mengerahkan sumber daya di daerah-daerah tersebut.:)
Asia
Banjir Bangladesh
2009
Di India,
Bangladesh dan Cina (tepatnya di kawasan Kanal Besar Cina), daerah pengalihan
banjir adalah kawasan pedesaan yang sengaja ditenggelamkan ketika keadaan
darurat untuk melindungi wilayah perkotaan.
Banyak pihak
mengatakan bahwa kehilangan vegetasi (deforestasi)
akan mendorong peningkatan risiko. Dengan hutan alami yang mencegah banjir,
durasi banjir akan berkurang. Mengurangi tingkat penebangan hutan akan
mengurangi pula insiden dan tingkat keparahan banjir.
Afrika
Di Mesir, Bendungan
Aswan (1902) dan Bendungan Tinggi Aswan
(1976) telah mengendalikan berbagai banjir di sepanjang Sungai Nil.
Keselamatan pembersihan
Aktivitas
pembersihan setelah banjir biasanya mengancam pekerja dan relawan yang terlibat.
Bahaya-bahaya mengancam tersebut yaitu air berpolusi yang tercampur dengan selokan bawah tanah, bahaya listrik, terpapar karbon monoksida,
bahaya otot tengkorak, hipertermia
atau hipotermia,
bahaya kendaraan bermotor, kebakaran,
tenggelam,
dan terpapar bahan berbahaya. Karena
daerah banjir tidak stabil, pekerja pembersih bisa saja menemukan puing-puing
tajam, bahan biologis dalam air banjir, kabel listrik, darah atau cairan tubuh
lain, dan sisa-sisa hewan dan manusia. Dalam merencanakan dan merespon bencana
banjir, manajer harus menyediakan helm keras, kacamata,
sarung tangan kerja, jaket keselamatan, dan
sepatu bot kedap air berlapis besi kepada para pekerja.
Keuntungan
Ada berbagai
dampak negatif banjir terhadap permukiman manusia dan aktivitas ekonomi. Namun,
banjir (khususnya banjir rutin/kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan,
seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada
tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering
yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan
peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan
faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran banjir.
Banjir menambahkan banyak sekali nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin
memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena
kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan
banyak nutrisi). Ikan seperti ikan cuaca memanfaatkan
banjir untuk berenang mencari habitat baru. Selain itu, burung juga mendapatkan
manfaat dari produksi pangan yang meledak setelah banjir surut.
Banjir rutin
biasa terjadi di permukiman-permukiman kuno sepanjang Sungai Tigris-Eufrat, Nil, Indus, Gangga, dan Sungai Kuning.
Kelangsungan sumber energi air terbarukan sangat tinggi di daerah rawan banjir.
Pemodelan komputer
Meski
pemodelan banjir merupakan praktik yang baru diterapkan, upaya untuk memahami
dan mengelola mekanisme kerja di dataran banjir telah dilakukan selama enam
milenium. Pengembangan terkini dalam pemodelan banjir melalui komputer telah
membantu para insinyur menghentikan uji coba pendekatan "tahan atau
biarkan" dan kecenderungannya memperkenalkan struktur tahan banjir.
Berbagai model banjir melalui komputer telah dikembangkan dalam beberapa tahun
terakhir, yaitu model 1D (permukaan banjir yang diukur di saluran) dan model 2D
(kedalaman banjir yang diukur sepanjang dataran banjir). HEC-RAS, model
Hydraulic Engineering Centre, saat ini merupakan pemodelan banjir yang paling
terkenal karena gratis. Model lain seperti TUFLOW menggabungkan komponen 1D dan
2D untuk mendapatkan informasi kedalaman banjir di dataran banjir. Sejauh ini,
pemodelan lebih difokuskan pada pemetaan banjir pasang dan banjir sungai, namun
karena banjir 2007 di Britania Raya pemodelan lebih diutamakan pada dampak yang
muncul akibat banjir air permukaan.
Banjir Paling Mematikan
Kematian | Peristiwa | Letak | Tanggal |
---|---|---|---|
2.500.000–3.700.000 | Banjir Cina 1931 | Cina | 1931 |
900.000–2.000.000 | Banjir Sungai Kuning (Huang He) 1887 | China | 1887 |
500.000–700.000 | Banjir Sungai Kuning (Huang He) 1938 | China | 1938 |
231.000 | Kegagalan Bendungan Banqiao akibat Taifun Nina. Sekitar 86.000 tewas karena banjir dan 145.000 lainnya karena penyakit akibat banjir. | Cina | 1975 |
230.000 | Tsunami Samudra Hindia | Indonesia | 2004 |
145.000 | Banjir Sungai Yangtze 1935 | Cina | 1935 |
100.000+ | Banjir St. Felix, banjir badai | Belanda | 1530 |
100.000 | Banjir Hanoi dan Delta Sungai Merah | Vietnam Utara | 1971 |
100.000 | Banjir Sungai Yangtze 1911 | Cina | 1911 |
Sumber : Sini Yo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar